Bagels from Benny
A lovingly told, compelling story of a young boy learning the values of caring, community and thankfulness.
Profil penulis
5.238 karya publik ditemukan.
A lovingly told, compelling story of a young boy learning the values of caring, community and thankfulness.
“Places that I've been. Things that I've seen. Been there, drawn that.”—@coretanino Buku ini berisi kumpulan sketsa perjalanan dari Coretanino, ilustrator yang karya-karyanya pernah dipamerkan di Indonesia, Singapura, dan Jepang. Setiap goresan dan cerita di dalamnya tersusun estetis lengkap cerita perjalanan dan celetukan yang menghibur, sederhana lagi menghangatkan hati, yang siap menularkan semangat jalan-jalan dan travel sketching. Sesuai judulnya, kali ini Coretanino mengabadikan suasana Bandung yang tak hanya instagramable, lengkap dengan lanskap, objek wisata alam, dan ragam kuliner, namun kita juga bisa menemukan sudut blusuk Bandung yang menyimpan pesona tersendiri. Sempurna adalah ketika mengunjungi tempat-tempat yang ada dalam buku ini sambil menyandingkan sketsa dan objek versi aslinya, sambil tak lupa: jepret hasilnya. Selamat menikmati Bandung versi sketsa seseru saat Coretanino membuatnya, ya! [Mizan, Bentang Pustaka, Bfirst, Sketsa, Grafis, Bandung, Indonesia] Seri Kisah Perjalanan Bentang
Benny Andersen, currently Denmark's most popular poet, is virtually unknown in the United States. He is a poet of remarkable versatility, whose voices range from reflective to whimsical. His imagery is original and often surprising; his humor is delightful. To introduce Benny Andersen to English readers, Alexander Taylor has worked with the poet, selecting and translating poems from the eight books now available in Danish. The poems are presented here in their Danish versions and in English translations that capture the spontaneity and excitement of the originals. In both versions the poetry is evocative and refreshingly direct. The imagery is vivid, and the poet's inventive use of diction and syntax creates startling effects. Perhaps most characteristic of Andersen's work is the fusion of complex, often conflicting emotions within a single poem. Born in Copenhagen in 1929, Benny Andersen published his first book of poetry in 1960, to immediate public and critical acclaim. In addition to poetry, he has written a novel, short stories, children's books, filmscripts, television plays, and essays. He has received several awards. Originally published in 1976. The Princeton Legacy Library uses the latest print-on-demand technology to again make available previously out-of-print books from the distinguished backlist of Princeton University Press. These editions preserve the original texts of these important books while presenting them in durable paperback and hardcover editions. The goal of the Princeton Legacy Library is to vastly increase access to the rich scholarly heritage found in the thousands of books published by Princeton University Press since its founding in 1905.
This book is a little gem. It was first published in 1880 by a Cornish Minister who upped sticks to bang his drum up in the 'grim North', ( including 3 years in Liverpool, which is where this story is primarily set ). Despite the good man of the cloth earning only a fraction of what he should have done, this book gave Silas K Hocking his place in History, as the first author to sell more than a million books in his own life time. Considering the traditional rush from the cemetery to buy all sorts of works of art, music and literature by even the most obscure writers/artists in the event of their passing on, this was indeed an achievement. One read of the first chapter will make you understand why.
Hidup itu seperti sesair puisi, setiap orang memiliki cara menyelam di dalamnya. Menyelami samudera kehidupan, yang dalam dan bergelombang. Tidak seperti ilmu pengetahuan yang hanya bisa melukis lautan dari bebatuan yang aman di pinggir pantai. Ya, karena puisi seperti agama yang tidak hanya menuntun orang untuk melukiskannya, tapi juga menyelaminya. Karena itu, menulis puisi tidak hanya berusaha menduga-duga apa yang tuhan kehendaki, akan tetapi meniru apa yang tuhan lakukan ketika mencipta kehidupan. - Ahmad Gibson, Budayawan & Teolog
Beberapa Penyebab Kabupaten Bandung Terendam Banjir
Her Benny: A Story of Street Life By Silas K. Hocking
"In 1955 a conference was held in Bandung, Indonesia that was attended by representatives from twenty-nine developing nations. Against the backdrop of crumbling European colonies, Asian and African leaders forged a new alliance and established anti-imperial principles for a new world order. The conference captured the popular imagination across the Global South. Bandung's larger significance as counterpoint to the dominant world order was both an act of collective imagination and a practical political project for decolonization that inspired a range of social movements, diplomatic efforts, institutional experiments and heterodox visions of the history and future of the world. This book explores what the spirit of Bandung has meant to people across the world over the past decades and what it means today. Experts from a wide range of fields show how, despite the complicated legacy of the conference, international law was never the same after Bandung"--
When Monsieur Dussiflard finds a lead on a long-lost ancient treasure, he and Benny Breakiron are off to the desert on the journey of a lifetime! But they're not alone; some shadowy figures from Dussiflard's past are on the trail, as well, and they might make it there first. Will Benny's super powers win the day—or actually get in the way? Benny Breakiron's super-heroic adventures continue in this charming graphic novel series from the creator of The Smurfs!
A little pig with a mind of his own runs away from home.
"Weekend ke Bandung (lagi )? Ya, kota Bandung selalu menggoda kita untuk turut menikmati dinamikanya yang tiada henti. Setiap minggu rasanya selalu ada yang baru di kota yang populer dengan sebutan Paris van Java ini. Mulai dari factory outlet baru di Jalan Riau, kafe baru di kawasan Dago, distro baru , hingga hotel baru yang kian marak bermunculan di seluruh kawasan Kota Bandung. Bagi wisatawan yang membawa keluarga maupun sendirian ala backpacker, datang ke Bandung di saat weekend dan liburan harus siap dengan konfirmasi reservasi penginapan. Jika tidak, bersiaplah gigit jari karena semua hotel yang Anda datangi pasti mengatakan fully booked. Padahal ada 250-an hotel di Bandung dengan kapasitas sekitar 9.000 kamar yang seharusnya dapat menampung para pelancong pun pada saat high season. Dan 80 % dari jumlah itu adalah hotel dengan kategori melati yang tarif kamarnya sekitar Rp 200 ribuan per malam. Buku ini menampilkan 100 tempat menginap di Bandung dengan beragam kategori, mulai dari hotel bintang 2, hotel melati, guest house, hingga wisma, yang dapat Anda jadikan pilihan jika berlibur ke Bandung. Dilengkapi dengan foto fasilitas hotel, kamar, tarif kamar, dan peta lokasi."
Bandung Bercerita Penulis : Indriyagi Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-5525-28-0 Terbit : September 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Saya di tahun 2021 yang masih terjebak dengan suasana tahun 2018, buku ini akan menjadi pengingat bahwa saya pernah bertemu dengan orang-orang hebat. Buku ini merupakan kelanjutan dari buku sebelumya yaitu Rasa Yang Tertinggal di Kepulauan Tanimbar. Bandung dengan segala kisahnya, setiap sudutnya memiliki kisah tersendiri. Dipertemukan dengan orang-orang hebat merupakan anugerah yang luar biasa. Saya persembahkan cerita untuk para pejuang yang telah berkorban waktu dan perasaannya. Bandung mampu menyembuhkan saya dari segala luka dan mengajarkan untuk lebih dewasa. Nyatanya hidup itu gak melulu tentang cinta, tapi semuanya harus kita lakukan dengan cinta. Bandung bercerita tentang sembuh dari rasa sakit, berjuang demi masa depan, dan pengalaman konyol lainnya. www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Beralihnya kontrol negara kolonial kepada kaum Liberal, memberikan pengaruh yang besar terhadap kebijakan pemerintah kolonial. Secara bertahap mereka melakukan perubahan-perubahan kebijakan menuju liberalisasi ekonomi di negara-negara jajahannya termasuk Hindia Belanda. Pada tahun 1870 di Hindia Belanda dilaksanakan politik ekonomi liberal atau sering disebut “Politik Pintu Terbuka” (Open Door Policy). Pelaksanaan politik liberal ini ditandai dengan keluarnya Undang-Undang Agraria dan Undang-Undang Gula. Keterkaitan antara penerapan Undang-Undang Agraria 1870 sebagai dasar hukum masuknya pengusaha swasta di Bandung Selatan sangat menarik untuk dikaji lebih dalam. Mengingat pengetahuan penulis, sedikit sekali hasil penelitian maupun tulisan tentang sejarah Bandung yang dikaitkan dengan segi ekonomi. Penulis merasa terpanggil untuk melakukan suatu penelitian berkaitan dengan penerapan Undang-Undang Agraria 1870 di daerah Bandung Selatan.
"Siapa yang tidak mengenal kota Bandung? Tidak hanya dianggap surga belanja bagi banyak orang, kota dengan julukan ""Parijs van Java"" ini juga dikenal sebagai tujuan wisata kuliner. Paduan daya tarik inilah yang membuat para pelancong selalu ingin kembali ke Bandung. Aneka jajanan khas dengan keunikannya masing-masing tersebar di berbagai sudut kota, bahkan di lokasi-lokasi strategis dimana para pembeli dapat sekaligus menikmati keindahan pemandangan kota Bandung. Dalam buku ini disajikan beberapa jajanan favorit di Bandung yang dapat Anda sajikan untuk keluarga dan juga acara-acara spesial di rumah."
"Anda pencinta wisata kuliner? Anda rindu dengan makanan khas daerah Anda? Anda ingin merasakan berbagai makanan khas daerah lain? Tak perlu khawatir, Anda tak perlu berkeliling Nusantara untuk menikmati berbagai makanan tersebut. Anda hanya perlu memiliki buku seri Wisata Kuliner Makanan Daerah, buku yang berisikan aneka resep makanan replika sajian berbagai rumah makan yang sudah terkenal akan kelezatan masakannya dan sudah penulis kunjungi secara langsung ini dan mempraktikkannya. Salam buku seri Bandung ini Anda bisa menemukan 25 resep masakan khas Bandung yang menggugah selera, seperti Nasi Timbel, Nasi Bakar, Nasi Kuning, Soto Bandung, Sop Buntut Goreng, Ayam Bakar, Bakakak Ayam, Ikan Bakar Cianjur, Pesmol Bandung, Gurame Cobek, Sate Maranggi, Mie Kocok Bandung, Mie Ceker, Pepes Peda, Pepes Ikan Mas, Pindang Ikan Mas, Kupat Tahu Bandung, Lomie, Lotek Bandung, Karedok, Sayur Lodeh, Sayur Asem Bandung, Lontong Kari, Bubur Ayam, Siomay Bandung dan sebagainya. Dengan demikian, meskipun tidak punya banyak waktu dan kesempatan untuk berkunjung langsung ke Bandung, Anda tetap bisa menikmati lezatnya masakan daerah itu. Buku ini akan membantu Anda menghadirkannya di rumah Anda sekaligus melestarikan warisan kuliner Indonesia."
"""Kota Bandung telah menarik minat banyak pengunjung untuk berwisata sejak zaman kolonial hingga dewasa ini. Berbagai daya tarik dapat ditemui di kota kembang ini mulai dari iklim pegunungan yang sejuk, wisata kuliner dan belanja, hingga wisata sejarah dan atraksi budaya. Jangan lupa untuk mengeksplor keindahan alam khas Dataran Tinggi Parahyangan sekitarnya. Buku panduan wisata Telusur Bandung ini merangkum sebagian daya tarik di kota Bandung. Daya tarik dikelompokkan menurut lokasinya pusat, utara, timur, selatan, barat, plus sejumlah kawasan sekitar kota untuk memudahkan Anda mengatur efektivitas kunjungan. Selain itu, terdapat juga informasi tentang latar belakang secara umum seperti kondisi geografis dan sejarah, aksesibilitas, akomodasi, dan fasilitas lain seperti beberapa tempat kuliner dan belanja terkenal menurut pembagian lokasi tersebut. Yang lebih menarik lagi, buku ini juga dilengkapi berbagai tip terkini berkunjung ke Bandung serta hal-hal yang sedang populer seperti bus wisata dan wisata malam Urban-dung Legend yang ditulis langsung oleh penciptanya. Buku ini cukup komprehensif dan update dan harus Anda bawa ketika berkunjung ke Bandung."""
Tourism objects in Bandung City and its surroundings, Jawa Barat Province.